Sabtu, 16 November 2013

MENGENAL LISTRIK DAN SATUANNYA



1.        ARUS LISTRIK DAN SATUANNYA
Arus listrik dapat kita gambarkan seperti arus air, tetapi ada perbedaan pokok yaitu : Pada arus listrik  yang mengalir adalah molekul-molekul air, sedangkan pada arus listrik yang mengalir adalah elektron-elektron. Derasnya arus air kita nyatakan (ukur) dengan “liter per detik” sedangkan kuat arus listrik dinyatakan dengan “ coulomb per detik”. 1Coulom = 6,3 x 1018 elektron.  Arus listrik sekuat 1 coulomb per detik disebut juga 1 Ampere (A). Jadi jika dalam 1 detik ada 5 coulomb elektron yang mengalir, maka dikatakan kuat arus listrik yang mengalir adalah  5 Ampere.
Selanjutnya arus listrik diberi notasi huruf  I, dan satuanya Ampere disingkat A.
Kilo Ampere (KA)          = 1000 A             = 103A
Mili Ampere (mA)          = 0,001 A            = 10-3 A
Mikro Ampetre (µA)       = 0,000 001A      =  10 -6


2.      TEGANGAN LISTRIK DAN SATUANNYA
Listrik dapat mengalir jika ada beda potensial. Beda potensial disebut dengan tegangan listrik yang diberi notasi E, dan satuannya Volt 
Mega volt (MV)              = 1000.000 V      = 106V
Kilo Volt (KV)                = 1000 V             =103V
Mili Volt (m Volt)           = 0,001 V            = 10-3 V
Mikro Volt (µV)              = 0,000.001 V     =10-6 V

3.      HAMBATAN LISTRIK DAN SATUANNYA
Benda yang mudah menghantarkan arus listrik disebut konduktor, sedangkbenda yang sukar (tidak dapat) menghantarkan arus listrik disebut isolator. Mudah dan tidaknya suatu benda dialiri listrik tergantung dari besar kecilnya hambatan listrik dari denda tersebut. Semakin besar hambatan listrik dari suatu benda, semakin sukar dialiri arus listrik dan sebaliknya. Hambatan listrik disebut juga tahanan listrik atau resistan (resistance) yang disingkat R, dan diberi satuan Ohm (Ω)
Mega Ohm (M Ω)           = 1000.000 Ω      = 106
Kilo Ohm (K Ω)              = 1000 Ω             =103

4.        HUKUM OHM
Dalam rangkaian listrik hubungan antara arus listrik, tegangan listrik dan hambatan listrik saling berpengaruh satu sama lain. Hubungan ter sebut dikenal dengan hukum Ohm, yang bunyinya sebagai berikut: Kuat arus listrik yang mengalir dalam rangkaian tertutup, berbanding lurus dengan tegangannya dan berbanding terbalik dengan hambatan listriknya. Dalam bentuk rumus dapat ditulis : 

I=V/R                     R=V/I                       R= I.R     

I   = Kuat arus lisrik dengan satuan Ampere (A)
V =  Tegangan Listrik dengan satuan Volt (V)
R = Hambatan Listrik dengan satuan Ohm (Ω)

1.       LATIHAN SOAL-SOAL
1)      Sebuah lampu dengan hambatan 6 Ω dipasang pada batere. Jika arus yang mengalir sebesar 2 Ampere, berapakah besar tegangan batere ?
2)      Berapakah kuat arus listrik yang mengalir pada sebuah bola lampu pijar yang mempunyai hambatan 24 Ω, jika dipasang  pada accu 6Volt ? 
 3) Sebuah solder listrik DC dinyalakan dengan accu 12Volt. Hitunglah nilai hambatan solder jika arus yang mengalir 3 Ampere !

 
  
 
      



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar